NowPlay: Bimbang - Melly Goeslaw
selamat malam sayang.
bagaimana tidurmu malam ini ? indahkah ? nyamankah tidurmu ?
rasanya malam ini begitu panjang untuk di lewatkan, ada begitu banyak perasaan yang berkecamuk.
tentang kamu dan aku. kita bagai berada dalam suatu persimpangan. memposisikan aku pada suatu pilihan. antara kamu dan keadaan.
antara kamu , sesosok pria yang benar benar mampu memenangkan aku. dengan banyak cara sederhana yang bahkan tak pernah terlintas dalam benakku. kamu sosok pria yang berhasil memenangkan bahkan memiliki hatiku seutuhnya. kamu sosok pria yang mampu jadi peneduh di tengah gundah gulanaku. kamu sosok pria yang menghadirkan secercah semangat baru dalam lelahku di ujung pendidikan ini.
kamu persis seperti matahari pagi, sesuai dengan nama yang di hadiahkan orangtuamu padamu "Robinsar"
memberikan kehangatan dan kenyamanan, rasanya aku mampu berlama lama merasakan hadirmu bahkan melalui kejauhan sekalipun.
ingatkah kamu bagaimana kita bertemu ? sebuah pertemuan yang bahkan tak pernah terbayangkan olehku. aku rindu saat dimana segalanya hanya obrolan ringan yang menghadirkan tawa di sepanjang hariku. kamu ingat bagaimana aku luar biasa cemburu ketika tahu kamu dekat dengan salah seorang temanku ? aah rasanya bodoh sekali kala itu. ntah siapa aku hingga merasa berhak untuk cemburu
ingat bagaimana kita saling mencoba mencocokkan kepribadian masing masing ? saat dimana kita sering kali mengirimkan pesan melalui bbm secara bersamaan yang berakhir pd pernyataan "mungkin kita jodoh" dengan emoticon meledek. kamu ingat saat dimana kamu mulai memberanikan diri untuk memulai pembicaraan melalui telfon. itu adalah kali pertama aku benar benar merasakan rindu untuk kembali lagi mendengar bagaimana kamu tertawa. senang rasanya kita saling meledek satu sama lain untuk mencairkan suasana. aku masih ingat betul bagaimana rasa bahagia kala itu. ingat bagaimana kamu menunjukkan perasaan cemburu untuk pertama kalinya karna yang ingin kutemui kala itu abangku dan bukan kamu. lantas kenapa tak langsung jujur saja kala itu jika kamu cemburu ? gengsimu memang sudah tinggi sekali sejak awal
kita semakin dekat hingga akhirnya kamu menyatakan pertanyaan itu. semuanya tiba tiba berjalan begitu sulit, keadaan berubah. aku ingat betul bagaimana aku benar benar merindukan caramu tertawa saat itu, aku rindu percakapan panjang kita hingga larut malam. mendengar bagaimana teman teman sekamarmu meledek saat melihat kita berbincang melalui telfon.aku rindu sekedar bermanja padamu menceritakan kegiatan dan perkuliahanku hari ini. aku senang jadi pendengar yang baik saat kamu bercerita. nyaris inginku akhiri ikatan antara kamu dan aku. tapi rasanya terlalu cepat untuk menyerah. dan benar saja, keputusanku untuk bertahan tidak salah. ternyata kamu hanya ingin tahu sanggupkah aku dengan segala sikap burukmu nanti ? cukup kuatkah aku menghadapi kamu dan pekerjaanmu yang menuntut waktu ? terima kasih kepercayaanmu kali itu sayang.
kita pun kembali menjalani hari" layaknya orang berpacaran. aku merasa jadi wanita paling beruntung saat itu. betapa caramu menyayangiku menjadikan beberapa temanku iri. kadang kala memang kita bertengkar hanya saja tak pernah lama. aku memang harus berusaha sedikit keras saat priaku ini marah. merengek dan akhirnya kamu pun luluh. kita sempat bertengkar hebat karna kamu cemburu ataupun karna aku yang menuntutmu memperkenalkan diri pada kedua orangtuaku. semuanya kita lalui bersama tanpa menyadari bahwa satu tahun sudah berlalu. aku bahagia karna tau kamu masih tetap disampingku. bahkan dalam posisi tersulitku sekalipun.
antara keadaan, yang selama ini aku hindari. ternyata seindah apapun mimpi kita tetap harus bangun dan menerima keadaan. banyak keadaan yang tak lagi sejalan dengan mimpi kita. kamu yang semakin posesif. membatasi bahkan menutup seluruh ruang gerak yang aku miliki. segala sesuatu menjadi "tidak" dimatamu. rasanya sedikit sesak sekarang. ketika aku yang terbiasa bebas dan harus menuruti kamu sepenuhnya. mampukah aku ?
aku yang semakin kekanak kanakan dan egois, melarang setiap kegiatanmu tanpa aku. rasanya setiap saat hanyalah saat kamu dan aku. hingga aku lupa bahwa kamupun punya dan butuh ruang gerak untukmu sekedar bercerita tentang hal hal pria dengan teman temanmu. masih sanggupkah kamu bersabar ?
lantas siapa yang salah dengan keadaan ? aku ? kamu ? atau kita ?
mulai jenuhkah kita sayang ? mulai tidak sanggupkah kita ?
keadaan sering kali menjadi semakin buruk sekarang. beberapa kali kita memang bisa saling mengakah dan menahan emosi masing". tapi sampai kapankah kita sanggup ?
masih bisakah kita sama sama saling bertahan dan mempertahakan untuk sebuah mimpi yang dihadapkan pada kenyataan ?
bukankah masa masa sulit akan terasa lebih mudah jika dijalani berdua ? bukan di jalani dengan diri dan keegoisan masing masing?
lantas siapa yang akan kalah ? akukah yang akan kalah dan memilih mundur pada kondisi sulit kita sekarang ? atau kamu ?
menyerahkan mimpi kita pada keadaan dengan menyerah pada sikan kekanak kanakan dan posesif ?
semudah inikah kita menyerah ?
bukankah kita berjanji untuk tidak saling meninggalkan dalam keadaan sulit sekalipun.
sayang ...
aku tau segala sesuatunya sedang tidak berjalan mudah seperti yang kita harapkan, segala sesuatunya menjadi semakin sulit.
tidakkah kamu rindu kita tertawa lagi seperti yang dulu.
aku begitu merindukan kamu dan semua tentangmu. kita masih berjuang bersama bukan ?
masih berjuang untuk aku kamu dan mimpi kita. mungkin aku hanya butuh sedikit lagi waktu untuk belajar memahami dam mereima bagaimana kamu bersikap, bagaiman aku harus rela membagi waktumu yang terbatas dengan kegiatanmu dan teman temanmu.
aku begitu menyayangi dan merindukan kamu. rindu pada setiap tawa yang kita bagi melalui telfon, rindu saat dimana kamu ada disampingku meyakinkan aku bahwa semua berjalan baik baik saja
aku mencintaimu. sangan mencintaimu.
semoga tidurmu indah malam ini sayangku.
aku merindukan kamu dan sekeping tawa kita yang dulu.maaf jika sampai saat ini aku masih egois. satu yang kamu perlu tahu. aku mencintaimu , sangat mencintaimu.
selamat malam sayang.
bagaimana tidurmu malam ini ? indahkah ? nyamankah tidurmu ?
rasanya malam ini begitu panjang untuk di lewatkan, ada begitu banyak perasaan yang berkecamuk.
tentang kamu dan aku. kita bagai berada dalam suatu persimpangan. memposisikan aku pada suatu pilihan. antara kamu dan keadaan.
antara kamu , sesosok pria yang benar benar mampu memenangkan aku. dengan banyak cara sederhana yang bahkan tak pernah terlintas dalam benakku. kamu sosok pria yang berhasil memenangkan bahkan memiliki hatiku seutuhnya. kamu sosok pria yang mampu jadi peneduh di tengah gundah gulanaku. kamu sosok pria yang menghadirkan secercah semangat baru dalam lelahku di ujung pendidikan ini.
kamu persis seperti matahari pagi, sesuai dengan nama yang di hadiahkan orangtuamu padamu "Robinsar"
memberikan kehangatan dan kenyamanan, rasanya aku mampu berlama lama merasakan hadirmu bahkan melalui kejauhan sekalipun.
ingatkah kamu bagaimana kita bertemu ? sebuah pertemuan yang bahkan tak pernah terbayangkan olehku. aku rindu saat dimana segalanya hanya obrolan ringan yang menghadirkan tawa di sepanjang hariku. kamu ingat bagaimana aku luar biasa cemburu ketika tahu kamu dekat dengan salah seorang temanku ? aah rasanya bodoh sekali kala itu. ntah siapa aku hingga merasa berhak untuk cemburu
ingat bagaimana kita saling mencoba mencocokkan kepribadian masing masing ? saat dimana kita sering kali mengirimkan pesan melalui bbm secara bersamaan yang berakhir pd pernyataan "mungkin kita jodoh" dengan emoticon meledek. kamu ingat saat dimana kamu mulai memberanikan diri untuk memulai pembicaraan melalui telfon. itu adalah kali pertama aku benar benar merasakan rindu untuk kembali lagi mendengar bagaimana kamu tertawa. senang rasanya kita saling meledek satu sama lain untuk mencairkan suasana. aku masih ingat betul bagaimana rasa bahagia kala itu. ingat bagaimana kamu menunjukkan perasaan cemburu untuk pertama kalinya karna yang ingin kutemui kala itu abangku dan bukan kamu. lantas kenapa tak langsung jujur saja kala itu jika kamu cemburu ? gengsimu memang sudah tinggi sekali sejak awal
kita semakin dekat hingga akhirnya kamu menyatakan pertanyaan itu. semuanya tiba tiba berjalan begitu sulit, keadaan berubah. aku ingat betul bagaimana aku benar benar merindukan caramu tertawa saat itu, aku rindu percakapan panjang kita hingga larut malam. mendengar bagaimana teman teman sekamarmu meledek saat melihat kita berbincang melalui telfon.aku rindu sekedar bermanja padamu menceritakan kegiatan dan perkuliahanku hari ini. aku senang jadi pendengar yang baik saat kamu bercerita. nyaris inginku akhiri ikatan antara kamu dan aku. tapi rasanya terlalu cepat untuk menyerah. dan benar saja, keputusanku untuk bertahan tidak salah. ternyata kamu hanya ingin tahu sanggupkah aku dengan segala sikap burukmu nanti ? cukup kuatkah aku menghadapi kamu dan pekerjaanmu yang menuntut waktu ? terima kasih kepercayaanmu kali itu sayang.
kita pun kembali menjalani hari" layaknya orang berpacaran. aku merasa jadi wanita paling beruntung saat itu. betapa caramu menyayangiku menjadikan beberapa temanku iri. kadang kala memang kita bertengkar hanya saja tak pernah lama. aku memang harus berusaha sedikit keras saat priaku ini marah. merengek dan akhirnya kamu pun luluh. kita sempat bertengkar hebat karna kamu cemburu ataupun karna aku yang menuntutmu memperkenalkan diri pada kedua orangtuaku. semuanya kita lalui bersama tanpa menyadari bahwa satu tahun sudah berlalu. aku bahagia karna tau kamu masih tetap disampingku. bahkan dalam posisi tersulitku sekalipun.
antara keadaan, yang selama ini aku hindari. ternyata seindah apapun mimpi kita tetap harus bangun dan menerima keadaan. banyak keadaan yang tak lagi sejalan dengan mimpi kita. kamu yang semakin posesif. membatasi bahkan menutup seluruh ruang gerak yang aku miliki. segala sesuatu menjadi "tidak" dimatamu. rasanya sedikit sesak sekarang. ketika aku yang terbiasa bebas dan harus menuruti kamu sepenuhnya. mampukah aku ?
aku yang semakin kekanak kanakan dan egois, melarang setiap kegiatanmu tanpa aku. rasanya setiap saat hanyalah saat kamu dan aku. hingga aku lupa bahwa kamupun punya dan butuh ruang gerak untukmu sekedar bercerita tentang hal hal pria dengan teman temanmu. masih sanggupkah kamu bersabar ?
lantas siapa yang salah dengan keadaan ? aku ? kamu ? atau kita ?
mulai jenuhkah kita sayang ? mulai tidak sanggupkah kita ?
keadaan sering kali menjadi semakin buruk sekarang. beberapa kali kita memang bisa saling mengakah dan menahan emosi masing". tapi sampai kapankah kita sanggup ?
masih bisakah kita sama sama saling bertahan dan mempertahakan untuk sebuah mimpi yang dihadapkan pada kenyataan ?
bukankah masa masa sulit akan terasa lebih mudah jika dijalani berdua ? bukan di jalani dengan diri dan keegoisan masing masing?
lantas siapa yang akan kalah ? akukah yang akan kalah dan memilih mundur pada kondisi sulit kita sekarang ? atau kamu ?
menyerahkan mimpi kita pada keadaan dengan menyerah pada sikan kekanak kanakan dan posesif ?
semudah inikah kita menyerah ?
bukankah kita berjanji untuk tidak saling meninggalkan dalam keadaan sulit sekalipun.
sayang ...
aku tau segala sesuatunya sedang tidak berjalan mudah seperti yang kita harapkan, segala sesuatunya menjadi semakin sulit.
tidakkah kamu rindu kita tertawa lagi seperti yang dulu.
aku begitu merindukan kamu dan semua tentangmu. kita masih berjuang bersama bukan ?
masih berjuang untuk aku kamu dan mimpi kita. mungkin aku hanya butuh sedikit lagi waktu untuk belajar memahami dam mereima bagaimana kamu bersikap, bagaiman aku harus rela membagi waktumu yang terbatas dengan kegiatanmu dan teman temanmu.
aku begitu menyayangi dan merindukan kamu. rindu pada setiap tawa yang kita bagi melalui telfon, rindu saat dimana kamu ada disampingku meyakinkan aku bahwa semua berjalan baik baik saja
aku mencintaimu. sangan mencintaimu.
semoga tidurmu indah malam ini sayangku.
aku merindukan kamu dan sekeping tawa kita yang dulu.maaf jika sampai saat ini aku masih egois. satu yang kamu perlu tahu. aku mencintaimu , sangat mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar